Percobaan Membuat Website/ blog Portfolio Fotografi kali ini akan menghasilkan seperti di sini: http://portfolio.idbrains.com/.

Jika Anda bingung dan masih terasa sulit untuk membuat website portfolio, Anda sebaiknya langsung membaca bagian akhir dari halaman ini.

Setelah beberapa waktu yang lalu saya sempat mengulas Cara Membuat Blog Foto dengan Blogspot, kini saya akan coba berbagi bagaimana cara membuat website atau blog portfolio fotografi yang lebih profesional. Tentu menggunakan blogspot sudah bukan menjadi pilihan yang layak karena keterbatasan fitur meskipun gratis. Kini saya akan berbagi cara membuat website fotografi dengan WordPress.

WordPress adalah salah satu CMS (Content Management System) yang paling banyak dipakai di seluruh dunia. Bukan hanya karena GRATIS, namun juga karena banyaknya fitur yang disediakan, fitur keamanan yang selalu diperbarui, dan memiliki developer plugins dan themes ribuan.

Siapa saja fotografer yang menggunakan WordPress? Banyak sekali sampai tak terhitung jumlahnya baik fotografer Indonesia mapun internasional. Coba Anda lihat website milik fotografer profesional Jerry Aurum, yang digunakan adalah CMS WordPress. Bagaimana saya tau? tentu mudah untuk melihat website yang menggunakan WordPress dengan cara melihat kode source website.

Okay, enough chit-chat. Jika Anda berminat untuk membuat website-website seperti itu, maka panduan berikut akan berguna untuk Anda, Check it out!!

1. Yang pertama Anda butuhkan adalah nama domain, kecuali Anda mau menggunakan domain gratis. Jika ingin terlihat profesional maka gunakanlah domain berbayar seperti dot com, dot net, dot org, dot me, atau yang lainnya. Pilihan terbaik sampai saat ini adalah dot com.

Dimana beli domain?

Jika Anda ingin beli di perusahaan LOKAL, pilihannya ada cukup banyak seperti, idwebhost.com, rumahweb.com, kotakomputer.com, hostingtangguh.com, dan lain-lain Anda bisa browse di google dengan kata kunci ‘DOMAIN’.

Jika Anda memiliki credit card atau paypal, maka pilihan terbaik adalah membeli di perusahaan luar seperti namecheap.com (favorit saya), godaddy.com, name.com, domain.com, dan lain-lain.

Tidak ada yang terlalu berbeda antara penyedia domain lokal dan luar, biasanya yang membedakan adalah interface dan cara pembayaran. Namun perlu Anda ketahui adalah tidak semua perusahaan lokal memberikan akses untuk transfer domain atau management domain di pegang mereka, sehingga ketika ada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan lebih sulit mengatasinya.

Solusinya adalah pilih perusahaan lokal yang terpercaya dan terkenal karena biasanya lebih terjamin meskipun tidak pasti 100%.

2. Yang kedua adalah Hosting. Jika tidak ingin menumpang di hosting gratis blogger, WordPress, atau penyedia hosting gratis lainnya maka Anda HARUS menyewa hosting sendiri. Harga perbulannya mulai dari Rp 5000 -Rp 100.000 untuk shared hosting. Sedangkan untuk hosting VPS dan Dedicated hosting harganya sekita Rp 100.000 – Rp 5 jutaan. Normalnya dedicated hosting adalah 2 jutaan perbulan. Jika website Anda adalah website personal, maka pilihan terbaik adalah shared hosting karena website Anda tidak perlu membutuhkan space yang terlalu besar dan bandwidth tinggi.

Sama seperti domain, Anda bisa menyewa hosting di perusahaan lokal ataupun internasional. Perusahaan lokal biasanya pasti menyediakan hosting dengan server lokal atau berada di Indonesia (IIX) yang tentu sangat menguntungkan jika pengunjung Anda mayoritas adalah dari Indonesia sehingga kecepatan akses website menjadi lebih baik.

Anda bisa menyewa hosting di web penyedia domain di atas. Hal penting yang harus Anda ketahui adalah jangan pilih yang paling murah (kecuali kotakomputer.com) karena biasanya memiliki space dan bandwidth yang terlalu kecil. Contoh, dengan harga Rp 5000 perbulan/ Rp 60.000 pertahun biasanya Anda akan mendapatkan space 50MB dan bandwidth 250MB/bulan, ini terlalu kecil. Setidaknya space pilih yang 500 MB atau 1 GB. Untuk bandwidth minimal pilih yang 10 GB perbulan.

Kebutuhan space dan bandwidth akan meningkat seiring peningkatan jumlah visitors website Anda. Namun biasanya website portfolio fotografi tidak ‘serakus’ website berita atau media informasi. Namun perlu diperhatikan bahwa website fotografi akan membutuhkan space dan bandwidth cukup besar dikarenakan banyaknya file image yang didownload atau upload ke website Anda.

Jika berminat dengan membeli hosting luar, saya sangat merekomendasikan Hostgator dengan biaya yang cukup terjangkau. Saya sendiri sudah menggunakan Hostgator selama hampir 2 tahun dan yang paling saya sukai dari Hostgator adalah technical supportnya.

3. Setelah Anda membeli domain dan hosting, step berikutnya adalah setting nama server. Jika Anda membeli hosting dan domain di satu tempat biasanya akan langsung tersambung tanpa perlu merubah name server. Namun jika ternyata name server belum tersambung dengan hosting, Anda bisa atur di menu domain setting – name server. Contoh name server: ns1.namadomainperusahaanhosting.com dan ns2.namadomainperusahaanhosting.com.

4. Anda akan menerima pemberitahuan melalui email tentang alamat cpanel, username, password, dan lainnya. Baca semua info yang diberikan agar Anda paham. Selanjutnya buka alamat cpanel website Anda, isikan username dan password.

5. Cari menu Fantastico De Luxe, lihat GAMBAR. Klik!!

install wordpress dari fantastico de luxe
klik gambar untuk memperbesar

6. Klik ‘WordPress’ di sidebar sebelah kiri.

7. Klik ‘New Installation’ Lihat gambar di bawah.

install wordpress dari fantastico de luxe
klik gambar untuk memperbesar

8. Isi form seperti di gambar.

klik gambar untuk memperbesar

9. Klik ‘Finish Installation’

10. Halaman berikutnya Anda sudah selesai mengistall WordPress di domain Anda. Sekarang Anda sudah berhasil membuat website. Coba buka domainanda.com atau jika ingin langsung menuju admin area buka: namadomain.com/wp-admin dan isikan username dan password, lihat gambar.

install wordpress dari fantastico de luxe

11. Tampilan web Anda sekarang terlihat sangat standar, untuk merubah tampilan, maka yang perlu dilakukan adalah merubah theme WordPress Anda.

Untuk theme terbaik portfolio atau web fotografi, pilihannya banyak sekali, Anda bisa Klik Di sini.

Atau jika Anda ingin yang gratis, cari di google dengan keyword ‘free portfolio wordpress theme’. Saya sudah mengumpulkan beberapa theme portfolio yang cukup bagus. Bisa Anda lihat satu persatu di link berikut ini.

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

Tentu pilihan terbaik adalah memilih yang berbayar karena tampilan dan kerapian theme berbayar jauh lebih baik.

12. Mengganti theme WordPress, untuk percobaan kali ini saya akan menggunakan theme Pragma.

Klik di menu ‘Appearance’ -> Intall theme -> upload -> Pilih file -> Install Now. (file harus berjenis file ZIP dan hanya berisi satu folder yang berisi file CMS WordPress berekstensi .php).

Membuat website fotografer

13. Untuk setting dan konten bisa dengan mudah Anda pelajari dari menu WordPress, jika Ada yang ditanyakan silahkan reply posting ini melalui form komentar di bawah.

Hasil dari percobaan ini, dibuat selama sekitar 2-3 jam. http://portfolio.idbrains.com/

Jika Anda bingung dan ingin langsung hasil jadinya saja, saya menyediakan jasa pembuatan website seperti demo (contoh). Dengan hanya 500 ribu rupiah Anda terima jadi tanpa perlu repot beli domain, hosting, theme, dan urusan lainnya. Tentu konten (foto, artikel, logo) harus disediakan terlebih dahulu dan menjadi tanggung jawab pemesan. Jika menginginkan tampilan yang lain, bisa konsultasikan terlebih dahulu dan harganya pun mengikuti pesanan, yang pasti sangat terjangkau.

Semoga panduan cara membuat website dan blog portfolio fotografi ini berguna. Jika Anda merupakan seorang fotografer pemula, tidak ada salahnya bukan untuk memiliki website yang setara dengan fotografer profesional 🙂 [Brian]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY