Rabu, 05 Oktober 2016

Cara Mencegah dan Menanggulangi Bencana Banjir


Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui cara-cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi banjir. Sayangnya, masyarakat tsb hanya sekedar tahu namun tidak melakukan upayanya.

Dari sini, satu hal yang pasti, yang harus dilakukan untuk menanggulangi banjir adalah kesadaran seluruh warga, lalu kemauan untuk melakukan upaya dari yang terkecil untuk ikut membantu mencegah banjir di negara kita, Indonesia.

Pemerintah dalam hal ini memiliki tugas untuk mensosialisasikan semasif mungkin kepada seluruh masyarakat, jika perlu pemerintah bisa membuat aturan dan larangan agar bisa dipatuhi seluruh masyarakat. Tentu hukuman dan reward bisa diberlakukan juga sebagai motivasinya.

Meskipun bagi sebagian orang sudah tidak menganggap serius masalah banjir karena sudah terlalu terbiasa, namun bencana banjir ini merupakan masalah yang harus segera ditangani agar tidak semakin parah ke depannya. Masih ingatkah bencana-bencana banjir bandang yang menewaskan banyak orang? 


Semakin parah kondisi infrastruktur lingkungan di masayarakat kita, akan semakin sulit untuk memperbaikinya. Karena itulah, tidak bisa tidak, sejak saat ini, seluruh warga negara harus ikut andil melestarikan lingkungan untuk mencegah terjadi banjir di masa-masa yang akan datang.

Berikut adalah berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi banjir.
  • Menjaga lingkungan sekitar terutama menjaga sungai dan selokan.
  • Hindari membuat rumah di pinggiran sungai karena bisa mempersempit aliran air dan bertambahnya sampah rumah yang langsung dibuang ke sungai.
  • Reboisasi hutan dengan cara mengganti dengan tunas baru semua pohon yang ditebang (terutama dengan pohon yang mudah menyerap air).
  • Membuang sampah pada tempatnya serta pengolahan sampah yang lebih masif.
  • Rajin membersihkan saluran air, bisa dilakukan dengan gotong royong secara berkala. Yang perlu dilakukan juga adalah membuat dan memperbaiki saluran air yang sudah tidak layak dan tidak berfungsi secara normal. Di daerah pemukiman padat, setiap hujan sering sekali langsung ada genangan air.
  • Memperbanyak lahan terbuka untuk lahan penyerapan air
  • Mengurangi pembangunan gedung tinggi karena bumi semakin sulit menahan beban dan membuat permukaan tanah turun serta tidak bisa menyerap air.
  • Tidak menebang pohon/ hutan sembarangan, pengawasan yang lebih ketat diperlukan di hutan-hutan yang tidak terkontrol.
  • Membuat sumur penyerapan air secara masif di rumah-rumah warga.
  • Menertibkan pembangunan rumah dan pemasangan semen di halaman depan rumah dimana seringnya tidak memiliki saluran air/ selokan atau merusak saluran tsb.
  • Membuat terowongan salurah air besar di bawah tanah, dialirkan ke sungai besar atau ke laut. Tentunya ini proyek jangka panjang, di kepemerintahan siapa proyek ini akan dibuat?!
  • Membangun bendungan dan kanal air lebih banyak di sungai-sungai yang belum memilikinya.
  • Penanaman pohon di sekitar rumah dengan acuan yang benar.
  • Menjaga dan melestarikan hutan yang ada, terutama hutan-hutan lindung dan hutan yang menjadi alat resap air hujan terbesar.
  • Membuat lubang biopori  untuk meningkatkan daya resap tanah dengan tanah humus. Bisa membuat beberapa lubang dengan diameter dan kedalaman tertentu lalu diisi dengan kerikil dan tanah humus.
  • Penggalian sungai agar lebih dalam, membersihkan lapisan tanah dari sungai dan juga pembersihkan tanah dan tanaman di pinggiran sungai.
  • Penggunaan paving block untuk halaman rumah/ kantor, dan jalan pemukiman atau jalan desa.
Jika cara-cara pencegahan dan penanggulangan banjir di atas diupayakan oleh lebih banyak warga masyarakat, bukan tidak mungkin masalah banjir akan semakin berkurang di tahun-tahun ke depan. Pekerjaan menanggulangi banjir tentu bukan pekerjaan mudah, pekerjaan ini membutuhkan andil banyak warga serta jangka waktu yang panjang.

Mari mulai dari diri sendiri untuk semakin sadar lingkungan dan ikut andil mengatasi banjir di Tanah Air tercinta kita. [Muha]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar