Rabu, 19 Oktober 2016

Bagaimana Caranya Agar Penduduk Indonesia Lebih Merata pada Masa yang Akan Datang?

Pertanyaan tsb adalah pertanyaan dari tugas Sekolah Menengah Pertama. Meski begitu, seharusnya lebih banyak lagi yang menanyakan hal ini karena tergolong penting dan merupakan masalah utama Indonesia.

Di halaman ini, saya tidak memiliki tujuan untuk membantu kalian mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah), melainkan lebih sebagai ajakan untuk berpikir dan bertindak agar Indonesia lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Seperti kita ketahui, Pulau Jawa adalah pulau terpadat di Indonesia. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, merupakan daerah terbesar penghuninya, mengalahkan kota lainnya. Jumlah penduduk di Jakarta 4-5 kali lebih besar dibanding kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, atau Medan.


Jakarta, Yohanes Budiyanto.

Orang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan hidup lebih baik. Tidak salah memang, orang bijak pernah mengatakan, jika ingin uang besar, maka datanglah ke sumber uang terbesar. Jakarta adalah kota dengan perputaran uang terbesar di Indonesia.

Orang datang ke sumber rizki dan uang. Orang mau ke pelosok pedalaman pulau Sumatra karena ada sumber rizki di sana. Orang merantau ke daerah lain karena ada peluang mendapatkan rizki lebih banyak. Baik itu rizki yang berasal dari alam seperti persediaan air yang lebih baik, ataupun dari pekerjaan.

Jadi, alasan orang mau berpindah tempat yang paling utama adalah karena urusan ekonomi. Maka kita bisa memulai untuk membuat populasi penduduk di Indonesia merata di setiap daerah di Tanah Air dengan membenahi kondisi ekonomi. Mulai dari Sabang sampai Merauke.

Aktivitas ekonomi tentunya akan kembali ke kondisi infrastruktur dan pembangunan di daerah tsb. Daerah yang kondisi jalannya sulit dilewati misalnya, akan menurunkan aktivitas ekonomi warganya atau penduduk luar.

Negara China berkembang dengan sangat cepat karena terlebih dahulu membangun sesuatu yang terpenting dalam sebuah negara, jalan atau layanan transportasi. Sedangkan di Indonesia, bahkan jalur Pantura yang merupakan jalur utama antar provinsi di pulau Jawa, terlalu sering mengalami kerusakan dan selalu dilakukan perbaikan setiap tahun, setiap bulan, dan setiap harinya.

Kemudian setelah pembangunan sarana dan fasilitas transportasi, hal yang perlu dibangun adalah industri. Hasil sumber daya alam di daerah umumnya di bawa ke industri di kota untuk kemudian diolah. Jika setiap daerah memiliki fasilitas industri skala besar, maka aktivitas ekonomi daerah tsb akan semakin baik dan produktivitas pun akan meningkat. Penduduk lokal pun akan betah tinggal di daerah sendiri.

Di Indonesia, ribuan industri berkumpul di daerah-daerah khusus seperti Serpong, Kerawang, Cikarang, dll. Hal ini dikarenakan hanya di kota/daerah tsb lah fasilitasnya mendukung. Kantor-kantor besar, semua berkumpul di Jakarta, itulah faktor yang membuat populasi penduduk di Indonesia tidak merata.

Di sini pemerintah negara sangat dibutuhkan andilnya untuk pemerataan penduduk. Tanpa bantuan pemerintah, pembangunan di daerah akan sangat terbatas, lapangan pekerjaan terbatas, dan akhirnya, penduduk lokal lebih memilih untuk tinggal di Jakarta meskipun sudah sangat sesak dan banyak tempat kumuh. Tidak heran jika setiap hujan akan timbul genangan air bahkan terjadi banjir besar.

Kemacetan merupakan salah satu akibat populasi yang terlalu padat. Kota-kota besar yang memiliki penduduk sekitar 2 juta orang, dan di atas 9 juta untuk kota Jakarta, membuat jalanan yang tersedia tidak bisa memenuhi kebutuhan jalan yang selayaknya.

Jika tidak segera diatasi dan dicarikan solusinya, ke depan, mungkin Jakarta akan menjadi kota yang lebih macet, padat, dan tidak manusiawi untuk kehidupan. Orang-orang di daerah luar kota, akan terus memadati kota besar karena kondisi ekonomi yang tidak berkembang di daerah mereka berasal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar